Programmer Ngapain Dakwah?

·

4 min read

Programmer Ngapain Dakwah?

Sedari kecil aku tidak berada di lingkungan yang taat pada agama, menjadi muslim yang biasa-biasa saja. Tidak fanatik, hanya mengamalkan yang wajib-wajib saja, itupun terkadang masih lalai, bahkan tidak banyak ditemukan amar ma'ruf nahi munkar. Namun amalan yang tidak ada asal, bukan tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, justru diamalkan.

Aku mengeksplorasi komputer dan isinya saat aku duduk dibangku kelas 1 SMP, dimana aku baru saja memiliki sebuah smartphone second. Dan disaat itu juga aku memilih untuk menjadi seorang programmer.

Bertahun-tahun berlalu tanpa adanya ilmu agama, hanya memperdalam ilmu dunia, pemrograman pemrograman dan pemrograman, begadang demi fix suatu bug, lalai akan waktu, meninggalkan sholat, ah Astaghfirullahaladzim, masa lalu itu sangat memalukan, semoga Allah mengampuniku :)

Aku memilih berhijrah untuk menjadi pribadi yang lebih baik saat aku lulus dari bangku SMK, waktu itu aku masih pacaran dan dengan tegas aku memutuskan pacarku. Dan setelah itu aku benar-benar haus akan ilmu, aku selalu mencari majelis-majelis ilmu, yang ada dipikiranku kala itu adalah "aku hanya ingin ilmu agama untuk bekal aku kedepannya".

Aku mulai dengan mendakwahi diriku sendiri, menghilangkan hal-hal buruk yang masih melekat pada diri ini, tentu berat karena kebiasaan-kebiasaan buruk itu memang sudah terbangun sejak kecil, dan hal yang paling sulit untuk di-ubah dari seorang manusia adalah kebiasaan. Aku mencoba menjadi seorang hamba Allah yang taat, menjadi seorang muslim yang baik sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya.

Singkat cerita, aku menjadi seperti yang sekarang, yang mendakwahi programmer muslim maupun orang-orang disekitarku, yang memang melakukan hal yang sama yang aku lakukan sebelum aku berhijrah. Melalaikan waktu, meninggalkan Sholat, lupa makan, begadang, berpacaran, dan lain sebagainya.

Aku sudah tahu dari awal, kalau ujian berhijrah pasti akan sangat berat, terlebih setelah aku tau kalau ternyata berdakwah itu adalah kewajiban seorang muslim. Hijrah saja sudah berat, ditambah dengan kewajiban berdakwah, Subhanallah :)

Pertanyaan demi pertanyaan ditujukan kepadaku, baik yang disampaikan dengan konotasi negatif maupun dengan konotasi netral seperti:

  • Kan udah enak jadi programmer, ngapain sih dakwah-dakwah kaya gitu?

  • Kamu ngejar gelar ustadz ya?

  • Sok suci amat sih, ngoding mah ngoding aja!

  • Aku kira udah cukup jadi programmer, lah kok jadi ustadz sekarang?

Dan yang lain sebagainya.

Kalau ditanya capek apa engga, tentu semua orang pasti capek, lagi pula ini hanya cobaan, dan cobaan yang aku terima belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan cobaan-cobaan yang menimpa orang-orang sholeh sebelum aku.

Dakwah Bukanlah Profesi

Di beberapa paragraf di atas, aku sempat menyinggung kalau dakwah ini kewajiban seorang muslim. Ya, itu benar! Saat ini, kebanyakan orang menganggap bahwa dakwah ini hanya tugas seorang da'i, mereka menganggap kalau dakwah adalah sebuah profesi, padahal pandangan itu salah.

Dakwah adalah kewajiban semua orang yang mengaku bahwa dirinya adalah seorang muslim, ini disampaikan secara jelas oleh Allah subhanahu wa ta'ala pada firman-Nya dalam QS. Ali 'Imran ayat 110,

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (QS. Ali 'Imran ayat 110)

Pun Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda,

Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya, hendaklah kalian bersungguh-sungguh menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah kemungkaran, atau Allah akan menimpakan siksaan kepada kalian dari sisi-Nya, kemudian kalian berdo'a kepada-Nya tetapi Dia tidak mengabulkan do'a kalian. (HR. Tirmidzi)

Diam Adalah Syaiton Akhros

Apa itu syaiton akhros? Syaiton akhros adalah syaiton bisu, ini adalah syaiton dari golongan manusia, yang paham kalau diantara mereka ada kemungkaran, tetapi dia memilih diam. Ibnu Qayyim rahimahullah berkata,

Tidaklah kalian dengar ucapan seorang pemberi nasehat 'Orang yang berbicara dengan kebatilan adalah setan yang pandai bicara, sedangkan orang yang diam dari kebenaran adalah setan yang bisu. (Ad-Da'u wad Dawa')

Lebih Baik Dari Unta Merah

Aku sebelumnya tidak tahu apa itu unta merah, beberapa referensi memberitahu aku bahwa unta merah adalah unta yang paling istimewa di kalangan orang Arab kala itu (zaman Rasulullah). Beberapa referensi juga memberitahuku bahwa harga daripada unta merah ini setara dengan satu unit mobil Pajero.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi petunjuk (oleh Allah) melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik dari unta merah. (HR. Bukhari dan Muslim)

Kesimpulan

Sangat jelas kalau berdakwah ini adalah kewajiban setiap muslim, tidak terpaku pada apapun profesi kita saat ini. Entah sebagai pedagang, juru masak, pilot, dokter, programmer dan yang lainnya sekalipun. Selama kita beragama Islam, sudah baligh dan berakal, mau ikhwan ataupun akhwat, berdakwah adalah kewajiban bagi kita.

Dan dengan demikian dapat dipahami bahwa berdakwah bukanlah sebuah profesi, namun apapun profesi kita, kita wajib berdakwah.

Wallahu a'lam bish-shawab,
Barakallahu fiikum.